All for Joomla All for Webmasters

Cara Menghitung Premi Asuransi Jiwa dan Uang Pertanggungan

Cara Menghitung Premi Asuransi Jiwa

Cara Menghitung Premi Asuransi Jiwa

Salah satu hal yang penting untuk diketahui dalam asuransi adalah premi dan Uang Pertanggungan dari asuransi tersebut. Dengan memilih premi yang tepat, calon nasabah bisa mengatur keuangannya secara tepat. Begitu pula dengan UP, penting sekali untuk mengetahui besarnya UP yang akan diterima oleh nasabah tersebut. Kadang ada yang mengeluh mengapa UP tidak sebesar dengan perkiraan sebab UP ini ada rumus hitungnya. Agar tidak salah hitung, berikut ini adalah cara menghitung premi asuransi jiwa dan Uang Pertanggungan yang tepat:

Baca juga : Kerugian Besar Tidak Ikut Asuransi Jiwa

Menghitung Premi

Cara menghitung premi asuransi jiwa cukup mudah yaitu dengan mengalikan tarif premi yang diberlakukan dikalikan dengan jumlah tanggungan. Asuransi jiwa perorangan memiliki tarif premi lebih murah dibandingkan dengan asuransi jiwa kelompok karena yang kelompok tarif preminya akan dikalikan dengan jumlah tanggungan dalam satu polis.

Menghitung Uang Pertanggungan

Ada tiga metode yang bisa digunakan untuk menghitung uang pertanggungan. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung UP yang tepat:

Human Life Value

Salah satu metode yang bisa digunakan sebagai menghitung UP adalah Human Life Value. Metode ini digunakan untuk menghitung UP yang akan didapatkan dari asuransi jiwa. ] Ketika menghitung dengan metode ini seperti besarnya pengeluaran tahunan, waktu pensiun dan perkiraan dana yang dibutuhkan.

Sebagai contohnya Usia si A 30 tahun dengan penghasilan sekitar 120 juta per tahun. Pengeluaran keluarga sebesar 5 juta rupiah per bulannya dan jika di total pengeluaran per tahun 60 juta. A akan pensiun 25 tahun lagi dan rumusnya adalah 25 dikalikan dengan pendapatan per tahun 120 juta hasilnya adalah 3 miliar. UP yang dibutuhkan adalah setengahnya yaitu 1,5 miliar.

Income Based Value

Metode pertama tidak mencantumkan kemungkinan naiknya biaya ataupun kebutuhan, metode ini menghitung kemungkinan kenaikan inflasi setiap tahunnya. Sebagai contoh si B usianya 40 tahun, penghasilan 5 juta per bulan, dalam setahun inflasi sekitar 7%. Usia 60 tahun si B akan pensiun di usia 60 tahun atau 20 tahun lagu, sehingga nantinya si B bisa mendapatkan Uang Pertanggungan sekitar 1 miliar.

Financial Needs Based Value

Metode ini akan menghitung kebutuhan financial yang lebih khusus misalnya pendidikan anak atau biaya untuk kesehatan. Misalnya saja si C usianya 45 tahun dengan penghasilan per bulan 8 juta rupiah. 7 tahun lagi anaknya akan kuliah dengan biaya kuliah sebesar 150 juta dimana perkirakan inflasinya sebesar 4%. Sehingga Uang Pertanggungan yang dibutuhkan oleh si C sebesar 197 juta rupiah.

Baca juga : Jenis Asuransi Jiwa yang Penting untuk Anda Ketahui

Uang Pertanggungan dan jumlah premi bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Oleh sebab itu ada baiknya tidak hanya mengetahui cara menghitung premi asuransi jiwa saja namun juga cara menghitung Uang Pertanggungan yang akan didapatkan.

Leave a Reply